Majas

Nama : Siti Ramayanti

Kelas : X MIPA 4

Tugas : Bahasa Indonesia


****

1. Jelaskan pengertian Majas!

Jawab:
Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis. Majas digunakan dalam penulisan karya sastra, termasuk di dalamnya puisi dan prosa. Umumnya puisi dapat mempergunakan lebih banyak majas dibandingkan dengan prosa. Majas adalah bahasa kiasan yang dapat menghidupkan sebuah karya sastra dan menimbulkan konotasi tertentu. Penggunaan majas yang tepat akan membantu pembaca untuk memahami makna dalam sebuah karya sastra.



2. Sebutkan macam-macam Majas!

Jawab:
A. Majas perbandingan

    > Alegori
    > Metafora
    > Metonimia
    > Litotes
    > Hiperbola
    > Pars pro toto
    > Totem pro parte
    > Eumfimisme


B. Majas sindiran
    > Ironi
    > Sarkasme
    > Sinisme


C. Majas penegasan
    > Pleonasme
    > Repetisi
    > Aliterasi

D. Majas pertentangan
    > Paradoks
    > Antitesis
    > Anakronisme



3. Jelaskan dari macam-macam majas tersebut!

Jawab:
A. Majas Perbandingan
Majas perbandingan adalah majas yang digunakan untuk membandingkan atau mengungkapkan sesuatu yang lain.
> Alegori adalah majas yang digunakan untuk menyatakan sesuatu dengan cara lain, bisa dengan cara kiasan atau penggambaran.

> Metafora adalah majas yang membandingkan suatu benda dengan benda lain dengan sifat yang sama atau hampir sama.

> Metonimia adalah majas ini menyatakan suatu hal dengan dengan memakai kata lain yang punya keterkaitan (misalnya sebuah merek dagang).

> Litotes adalah ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.

> Hiperbola adalah majas yang mengungkapkan sesuatu secara melebih-lebihkan dari kenyataan.

> Pars pro toto adalah pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.

> Totem pro parte adalah pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.

> Eumfimisme adalah pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.

B. Majas Sindiran
Majas sindiran merupakan majas yang digunakan untuk menyindir sesuatu atau seseorang dengan maksud dan tujuan tertentu.
> Ironi merupakan majas sindiran yang menyembunyikan fakta sebenarnya dan mengatakan kebalikannya.
 
> Sarkasme merupakan majas yang menggunakan kata-kata berupa sindiran langsung dan kasar.

> Sinisme adalah majas sinisme ini lebih bersifat mencemooh atas ide atau pemikiran.
C. Majas Penegasan
Majas ini merupakan majas yang digunakan untuk menegaskan sesuatu, sehingga akan mempengaruhi pembaca atau pendengar.
> Pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau tidak diperlukan lagi.
 
> Repetisi adalah perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.

> Aliterasi adalah majas yang menggunakan kata repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.

D. Majas Pertentangan 
Majas pertentangan merupakan majas yang menyatakan suatu pertentangan atau menggambarkan sesuatu yang berlawanan, bahkan tidak selaras.
> Paradoks adalah majas yang menyatakan dua hal seolah-olah bertentangan, namun keduanya benar.

> Antitesis adalah majas yang menggunakan kata-kata berlawanan arti satu dengan yang lainnya.

> Anakronisme adalah suatu majas yang mengandung ketidaksesuaian antara peristiwa dengan waktunya.


4. Berilah contohnya untuk masing-masing macam-macam majas tersebut!

Jawab:
A. Majas Perbandingan 
> Alegori
   Contoh: “sebagai manusia, cobalah untuk menjalani hidup layaknya air yang mengalir, kadang kala menemukan percabangan, dilempari sampah, hingga pada akhirnya akan berhenti di lautan”.  

> Metafora
   Contoh: kutu buku, tikus berdasi, buah tangan.

> Metonimia
   Contoh: Karena sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru.(Rokok merek Djarum)

> Litotes
   Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.

> Hiperbola
   Contoh: Gedung-gedung perkantoran di kota-kota besar telah mencapai langit.

> Pars pro toto
   Contoh: Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.

> Totem pro parte
   Contoh: Indonesia mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola tadi malam.

> Eumfimisme
   Contoh: buta diganti menjadi tuna netra, pelayan diganti menjadi pramusaji.

B. Majas Sindiran
> Ironi
   Contoh: Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut.

> Sarkasme
   Contoh: Dasar otak udang, masa sih soal semudah ini tidak bisa mengerjakan!

> Sinisme
   Contoh: Kamu kan sudah pintar? Mengapa harus bertanya kepadaku?

C. Majas penegasan
> Pleonasme
   Contoh: Saya masuk ke dalam ruang kelas, saya naik tangga ke atas.

> Repetisi
   Contoh: Awas, tunggu kedatanganku besok! Tunggu!

> Aliterasi
   Contoh: Beli baju biru bersama Budi.

D. Majas pertentangan
> Paradoks
   Contoh: Aku merasa sendiri di tengah keramaian kota, setiap kali bertemu denganmu hatiku terasa sejuk meskipun cuaca sangat panas.

> Antitesis
   Contoh: Berat ringan suatu masalah tergantung dari bagaimana kita menyikapinya, naik turunnya harga saat ini tidak menentu, kamu tidak boleh menilai baik buruknya seseorang dari penampilannya.

> Anakronisme
   Contoh: Biola itu dimainkan Jaka Tarub di gubuk tuanya dengan sangat indah (zaman dahulu tidak ada biola), sesaat setelah dilahirkan bayi itu berbicara pada ibunya (bayi yang baru dilahirkan tidak bisa berbicara, melainkan hanya menangis).

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Editorial Surat Izin

Mengembangkan Pendapat Dalam Eksposisi

Bab I: Menginterpretasi Laporan Hasil Obsevasi