Prosa

Nama : Siti Ramayanti

Kelas : X MIPA 4

Tugas : Bahasa Indonesia


>>><<<


1. Jelaskan pengertian prosa!
Jawab: 
Prosa merupakan karya sastra berupa karangan bebas yang tidak terikat oleh kaidah penyusunan seperti dalam puisi. Prosa berasal dari kata prosa oratio dalam bahasa Latin yang berarti perkataan yang harfiah dan terus terang. Hal ini disebabkan`oleh prosa bisa disebut mencerminkan fakta aktual dan perkembangan suatu hal dari awal hingga akhir secara natural. 


2. Sebutkan macam-macam prosa!
    Jawab: 
    Prosa dibagi dua yaitu:
    1) Prosa Lama, yaitu:
        - Hikayat
        - Sejarah
        - Kisah
        - Dongeng 
        - Cerita berbingkai

    2) Prosa Baru, yaitu:
        - Roman
        - Novel
        - Cerpen
        - Riwayat
        - Kritik
        Resensi
        - Esai


3. Jelaskan dari macam-macam prosa tersebut! 
Jawab: 
1) Prosa Lama
Prosa lama merupakan karya sastra yang tidak memperoleh pengaruh dari sastra atau kebudayaan Barat. Sebelum masyarakat mengenal tulisan, penyampaian prosa lama dilakukan dengan menggunakan lisan. Penggunaan tulisan kemudian diperkenalkan selama penyebaran agama dan kebudayaan Islam ke Indonesia. Masyarakat kemudian mulai menyampaikan prosa dengan media tulisan. Prosa lama ini yang mengawali sastra Indonesia dan mengembangkan karya sastra lainnya.
  • Hikayat merupakan sebuah tulisan fiktif dan tidak masuk dengan akal yang menceritakan tentang kehidupan para dewi, dewa, pangeran, raja, dan lain-lain.
  • Sejarah (tambo) adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain berisikan peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja. Sejarah yang berisikan silsilah raja ini ditulis oleh para sastrawan masyarakat lama.
  • Kisah adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain. 
  • Dongeng adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Perkembangan dongeng terjadi di dalam masyarakat lama. Dongeng sendiri banyak ragamnya, yaitu sebagai berikut: 
  1. Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang).
  2.  Mite (mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib.
  3. Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah.
  4. Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang.
  5. Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keberagaman dengan menggunakan ibarat atau perbandingan.
  6. Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor.  
  • Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. 

2) Prosa Baru
Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat. Bentuk prosa ini muncul karena prosa lama yang dianggap tidak modern dan sudah ketinggalan jaman.
  • Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (peraturan). Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut: 
  1. Roman transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca atau kebaikan.
  2. Roman sosial adalah roman yang memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat.
  3. Roman sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah.
  4. Roman psikologis yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya.
  5. Roman detektif merupakan roman yang isinya berkaitan dengan kriminalitas.
  • Novel berasal dari Italia. yaitu novella `berita`. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik.
  • Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya.
  • Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (autobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.
  • Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.
  • Resensi adalah sebuah tulisan yang merangkum atau mengulas sesuatu karya, baik buku, seni, musik, film, atau karya lainnya. Resensi dapat memberikan sudut pandang tentang baik dan buruknya karya tersebut. Dengan kata lain, resensi dapat memberikan gambaran untuk mempertimbangkan apakah kita dapat menikmati karya tersebut atau tidak.  
  • Esai adalah ulasan/kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya.


4. Berilah contohnya untuk masing-masing macam-macam prosa tersebut!
Jawab:
1) Prosa Lama
Hikayat
Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Si Pitung, Hiakayat si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.

- Sejarah
Contoh: Sejarah Melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Sti Lanang yang ditulis 1612.

- Kisah
Contoh: Kisah perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah.

- Dongengyaitu:
1. Fabel 
Contoh: Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala. 

2. Mite
Contoh: Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, dan lain-lain.

3. Sage
Contoh: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dan lain-lain.

4. Parabel
Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Bhagawagita, dan lain-lain.

5. Dongeng jenaka
Contoh: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dan lain-lain. 

- Cerita berbingkai 
Contoh: Seribu Satu Malam.



2) Prosa Baru 
- Roman, yaitu:
1. Roman transendensi
Contoh: Layar Terkembang oleh Sultan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.

2. Roman sosial
Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.

3. Roman sejarah
Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati, oleh Abdul Muis.

4. Roman psikologis
Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.

5. Roman detektif
Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS< Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.

- Novel
Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.

- Cerpen
Contoh: Radio masyarakat oleh Rosihan Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosim, Wajah yang Bembah oleh Trisno Sumarjo, Robohnya Surau Kami Oleh A. A. Navis.

- Riwayat
Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. J. Habibie, Ki Hajar Dewantara.

- Kritik
Contoh: 
PERAHU KERTAS

Perahu kertas. Siapa sih, yang tidak tahu dengan perahu kertas! Semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pun tahu dengan benda itu adalah sebuah perahu yang dibentuk dari secarik kertas. Eits, jangan salah, yang ingin saya bahas disini bukan benda yang dibentuk dari kertas tersebut tapi novel yang berjudul sebentuk frasa yaitu Perahu Kertas.

Novel Perahu Kertas merupakan karya Dewi Lestari. Perempuan ini terkenal dengan karya-karyanya yang unik. Mulai dari novel pertamanya Supemova Satu Ksatria, Puteri Dan Bintang Jatuh yang bergenre sains fiksi sampai dengan serial terakhirnya Intelegensi Embun Pagi. Nah, Perahu Kertas ini adalah novel dengan kisah cinta yang tidak biasa. Pengarang yang akrab dipanggil Dee ini melabuhkan perahu kertasnya dengan sempurna. Sejatinya sebuah perahu yang berlayar akan menerjang ombak, badai dan segala macam bentuk kejadian yang dialami selama perjalanan maka inilah pelayaran perahu kertas Dee dimulai.

Novel ini mengusung tema yang unik, yaitu kisah cinta laki-laki dan perempuan dalam diam, namun pada suatu masa perasaan bukanlah suatu hal yang harus dipandang dengan logika dan takdir jadi penentu dari kisah ini (cinta). Layakn ya perahu kertas yang mengarungi perjalanan, kisah cinta bukan lagi suatu hal yang tabu dalam tatanan kehidupan manusia, cinta adalah sebentuk warna yang begitu mempengaruhi.

Sebuah kisah seorang perempuan dan laki-laki, bisa dikatakan remaja yang baru menyelesaikan sekolah menengah atas yang akan melanjutkan kuliah di Bandung Tokoh perempuan ini bernama Kugy dan yang laki-aki bernama Keenan. Dee terlihat kreatif dalam pemberan nama tokoh dalam setiap karyanya. Tak hanya pada novel ini saja, novel yang lain pun sama kreatifnya (ada tokoh Ferre dan Rana dalam novei pertamanya, ada tokoh Bodhi dalam novel Akar, tokoh Elekra dalam novel Petir dan lainnya). Dari nama tokohnya saja sudah dapat dikatakan bahwa karya Dee memang unik.

Tokoh Kugy digambarkan sebagai seorang perempuan yang urakan bercita-cita menjadi penulis dongeng dan merasa dirinya dalah agen Neptunus. Sekilas novel ini tampak tidak mementingkan citra diri dan gengsi seseorang yang hidup didunia modernitas dan hedonis seperti sekarang.

Neptunus di sini bukanlah nama planet ke-8 dari matahari dalam tata surya melainkan nama dewa penguasa lautan bagi bangsa Romawi. Tokoh Kugy memeliki kebiasaan menulis surat kepada Neptunus lewat tulisannya pada secarik kertas yang kemudian dibentuk menjadi perahu kertas dan dihanyutkan ke laut. 

- Resensi
Contoh:

Identitas Buku

Judul Buku : god, do you speak english ?

Pengarang : Nina silvia, Jeff kristianto, Rini hanifa

Penerbit : Rene Books

Tahun terbit : tahun 2013

Jumlah halaman : 348 halaman

Sinopsis buku

Buku ini mencerintakan mengenai para penulis yang mana mereka mengunjungi berbagai tempat- tempat menarik. Tiga penulis in merupakan anggota sukarelawan dari sebuah lembaga sukarelawan VSO atai Internasional Voluntary Service Organozation yang ada di Indonesia. Mereka ialah Nina silvia, Jeff kristanto dan juga Rini hanifa.

Mereka ini datang dari aneka ragam latar belakang. Jeff adalah seorang pemilik usaha dari sebuah kerjinan serta tempat makan yang ada di Bali. Nina merupakan seorang pekerja yang ada di sebuah LSM atau lembaga swadaya masyarakat yang ada di kota Padang. Sedangkan Rini merupakan salah satu staf lembaga donor yang international.

Ketiga orang ini memang bergabung menjadi sebagai volunteer VSO, yang menjadi angkatan pertama dari voluntir di Negara Indonesia yang berada di masing- masing Negara penempatan.

Jeff merupakan seorang pekerja yang mana mendukung para pengrajin yang ada Taikistan, yang merupakan bekas dari Negara jajahan Uni Soviet yang ada di Asia. Nina merupakan orang yang membantu lembaga pendukung untuk suku asli yang ada di Bangladesh. Sedangkan untuk Rini di tugaskan di Guyana yang tepatkan ada di Amerika Latin untuk menjalin kerj sama dengan LSM lokal.

Mereka ini bekerja dengan gaji sesuai dengan standar dimana penempatan Negaranya. Itulah sebabnya, mereka akan selalu beriteraksi dengan masyarakat di sekitar sehingg mengalami kejadian dan cerita- cerita yang lucu serta mengharukan.

Itulah sebanya, buku ini bukan hanya sekedar menceritakan tapi seolan memiliki warna dan juga nyawa. Ketiga penulis ini merupakan bagian dari cerita yang ada di buku sendiri. maka, mereka ini menceritakan sesuatu yang sesuai dengan apa yang mereka rasakan yakni bertualang.

Kelebihan dari buku

  • Buku ini memang sangat menarik bahkan dari segi judul, karena menggunakan nama Tuhan di judulnya.
  • Ketiga penulis ini membuat sebuah cerita yang menginspirasi.

Kekurangan dari buku

  • Buku ini terdapat beberapa tulisan yang merupakan istilah atau menggunakan kalimat yang asing sehingga banyak dari orang awam yang tidak paham dengan kalimatnya.
  • Nina silvia membuat sebuah cerita seolah memang seperti bernarasi, hal ini menjadikan beberapa pembaca juga akan merasa lelah dan juga jenuh jika mengikuti alur dari cerita terebut.

- Esai
Contoh:

Menyetiai Siswa Miskin

Sudah jelek, miskin, kurang cerdas, dan hidup lagi! Begitulah Tukul sering berolok-olok. Anak-anak seperti itulah yang dari tahun ke tahun memenuhi sekolah-sekolah yayasan kami. Apakah mesti merasa sial mengelola sekolah semacam ini? Adakah alasan untuk menyetiai siswa-siswanya?


Untuk apa sekolah dibangun? Ini pertanyaan penting dalam menyikapi realitas sekolah kami yang sebagian besar dipenuhi anak-anak miskin. Sekolah adalah ruang mengolah hidup. Di sekolah seseorang ditumbuhkembangkan kepribadiannya. Jadi semestinya tak masalah dengan anak macam apa pun di sekolah, termasuk yang ringkih modal hidupnya. Namun, jujur saja, tidak mudah menyetiai siswa macam ini.


Siswa yang miskin, lusuh, kurang cerdas lagi, sering disikapi sebagai kesialan. Sesungguhnya yang lebih sial adalah ketika mereka tidak mendapat kesempatan mengolah hidupnya dengan belajar di sekolah. Anak-anak semacam itulah yang banyak penulis jumpai di kelas.


Mereka adalah representasi anak bangsa yang dikalahkan karena kemiskinan. Untung saja yayasan berkomitmen memberi ruang bagi mereka. Kami berharap sekolah kami memberi kesempatan bagi tumbuh kembangnya kepribadian mereka.


Kemiskinan menjadikan mereka kurang cerdas. Sebagian besar dari mereka adalah lulusan sekolah yang tak memiliki tradisi studi yang baik. Jadi tak mudah mengajak mereka bertekun di kelas. Oleh karena itu, kami sadar terlalu berat menggusur prestasi siswa sekolah favorit yang leluasa merekrut anak-anak cerdas, berkecukupan, dan memiliki tradisi studi yang baik.


Satu hal yang kami perjuangkan adalah menghentikan ”kesialan” jalan hidup anak-anak kami. Kalau ada satu dua lulusan kami yang akhirnya bisa bersaing dengan anak-anak dari sekolah favorit, itu sudah luar biasa.


Kalau ada anak-anak kami yang lulus dengan kesadaran pentingnya peduli terhadap perjuangan nasib diri sendiri, itu menjadi kepuasan kami sebagai pendidik. Kami pandang mereka telah menyingkap tempurung hidupnya karena kemiskinan. Bukankah ini hakikat pendidikan yang berjuang menyingkap keterbelengguan diri?


Bagi kami yang telah lama bergulat dengan anak-anak miskin, ada banyak pergulatan hidup sebagai pendidik selama mendampingi mereka. Seorang sahabat kami dibuat menangis ketika siswinya tak mau ikut ujian karena lebih memilih bekerja demi menghidupi keluarganya.


Sahabat lain merasakan kebermaknaan sebagai pendidik ketika menjemput paksa sejumlah siswa agar mau mengikuti ujian meski belum melunasi uang sekolah.


Yang lain lagi merasa lega ketika semua siswanya bisa mengikuti ujian meski untuk itu ia harus mengemis kepada para donatur demi biaya ujian para siswanya. Ada juga yang bersyukur sekaligus geli karena beberapa kali harus rela menjual burung peliharaan untuk biaya akomodasi lomba para siswanya.


Pada realitas semacam itu, anak-anak miskin di sekolah sesungguhnya menjadi penuntun dalam pergulatan hidup seorang guru. Mereka seperti menciptakan outbound bagi tumbuh kembangnya jiwa kami sebagai pendidik. Mereka ”memaksa” kami untuk mengajar dengan cara sesederhana dan sekreatif mungkin. Lemahnya daya nalar serta rendahnya daya tahan untuk bertekun di kelas mendidik kami untuk semakin sabar.


Anak-anak itu membantu kami melompati batas-batas hidup (boundaries of life) sebagai pendidik. Mereka adalah penolong kami yang nyata untuk menjumput kebermaknaan hidup sebagai pendidik. Bersama anak miskin, kami tidak hanya menjadi guru yang mengajarkan pengetahuan. Lebih dari itu mereka membantu kami belajar menjadi manusia yang sempurna.


Meski demikian, tak banyak guru yang sempat menjumput kebermaknaan hidup bersama siswa-siswanya yang miskin. Banyak guru dari sekolah kaya lagi favorit tak rela pindah ke sekolah miskin. Mereka merasa dibuang ketika dimutasi ke sekolah miskin. Pasalnya, di sekolah miskin pendapatan mereka di luar gaji pokok menurun drastis, tak ada kegagahan fisik, juga tak lagi berjumpa para murid menarik.


Arus hedonisme, konsumerisme, dan pragmatisme telah menggusur idealisme banyak guru. Semua diukur dengan uang dan kemutakhiran fasilitas. Apalagi tahun-tahun ini perhatian guru sering dimobilisasi oleh gaji dan beragam tunjangan. Dinamika pendidikan yang lebih menyeruakkan penampilan semacam bangunan gedung dan beragam kegiatan mewah membuat guru tak lagi menjumput pergulatan sebagai pendidik. Sekolah miskin pun menjadi kesialan.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Editorial Surat Izin

Mengembangkan Pendapat Dalam Eksposisi

Bab I: Menginterpretasi Laporan Hasil Obsevasi