Bab I: Menyusun Laporan Hasil Observasi

Nama : Siti Ramayanti

Kelas : X MIPA 4

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


****

Kegiatan 1: Menganalisis Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

1. Kata serta Frasa Verba dan Nomina
    
Tugas 2 
Halaman 36

Analisislah afiksasi yang terjadi pada kata berimbuhan di bawah ini.

No

Kata Berimbuhan

Jenis

Imbuhan

Kata Dasar

1.

pertunjukan

Nomina

pe(R)-an

tunjuk

2.

menguasai

Verba

me(N)-i

kuasa

3.

berbeda

Verba

ber-

beda

4.

bereproduksi

Verba

ber-

reproduksi

5.

dikenal

Verba

di-

kenal

6.

membantu

Verba

me(M)-

bantu

7.

menjauhkan

Verba

me(N)-kan

jauh

8.

menunjukkan

Verba

me(N)-kan

tunjuk

9.

mengobati

Verba

me(N)-i

obat

10.

disaring

Verba

di-

saring

11.

bagian

Nomina

-an

bagi

12.

keunikan

Nomina

ke-an

unik

13.

keadaan

Nomina

ke-an

ada

14.

makanan

Nomina

-an

makan

15.

penglihatan

Nomina

peng-an

lihat

16.

mengeluarkan

Verba

me(N)-kan

keluar

17.

pendengaran

Nomina

peng-an

dengar

18.

penciuman

Nomina

peng-an

cium

19.

pemakan

Nomina

peng-

makan

20.

perdesaan

Nomina

per-an

desa



Tugas 3
Halaman 37

Carilah kata dasar kemudian ubahlah ke dalam verba dan nomina dengan proses pengimbuhan (afiksasi) dengan cara melengkapi tabel di bawah ini.

No

Kata Dasar

Jenis

Verba

Nomina

1.

kata

nomina

berkata

perkataan

2.

hasil

nomina

berhasil

Keberhasilan

3.

ubah

verba

mengubah

pengubah

4.

lemah

adjektiva

melemahkan

kelemahan

5.

kuat

adjektiva

menguatkan

penguat

6.

cantik

adjektiva

mencatikkan

kecantikan

7.

bangun

verba

membangun

kebangunan

8.

buka

verba

terbuka

pembuka

9.

tua

adjektiva

menua

tetua

10.

ganti

verba

berganti

pengganti

11.

gulat

nomina

bergulat

pergulatan

12.

gembira

adjektiva

bergembira

kegembiraan

13.

sedih

adjektiva

menyedihkan

kesedihan

14.

merah

adjektiva

memerah

kemerahan

15.

masuk

verba

memasuki

pemasukan



Tugas 5
Halaman 38

Sekarang, bacalah kembali teks Mengenal Suku Badui dan D'topeng Museum Angkut! Identifikasilah kalimat definisi dan kalimat deskripsinya dari kedua bacaan tersebut.

⠂Mengenal Suku Badui

Kalimat Definisi

Kalimat Deskripsi

Orang Kanekes atau orang Badui/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Masyarakat Suku Badui di Banten termasuk salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Itulah salah satu keunikan Suku Badui.

Badui Dalam belum mengenal budaya luar dan terletak di hutan pedalaman.

Mereka dikenal sangat taat mempertahankan adat istiadat dan warisan nenek moyangnya.

Suku ini memiliki kepercayaan yang dikenal Sunda Wiwitan (Sunda: berasal dari suku sunda, wiwitan: asli).

Selain itu, setiap kali bepergian, mereka tidak memakai kendaraan bahkan tidak memakai alas kaki dan terdiri atas kelompok kecil berjumlah 3-5 orang.

Hingga saat ini, suku Badui Dalam tidak mengenal budaya baca tulis.

Mereka dilarang menggunakan perangkat teknologi, seperti HP dan TV.

Badui Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Badui Dalam.

Kepercayaan ini memuja arwah nenek moyang (animisme) yang pada selanjutnya kepercayaan mereka mendapat pengaruh dari Budha dan Hindu.

 

Yang mereka tahu, ialah aksara Hanacaraka (aksara Sunda).

 

Pada dasarnya, peraturan yang ada di Badui Luar dan Badui Dalam itu hampir sama, tetapi Badui Luar lebih mengenal teknologi dibanding Badui Dalam.



⠂D'topeng Museum Angkut

Kalimat Definisi

Kalimat Deskripsi

D’topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur.

Keberadaaan D’topeng tidak dapat dipisahkan dengan Museum Angkut karena kedua tempat ini berada di satu tempat yang sama.

Benda paling diminati pengunjung untuk diamati dan paling mendominasi tempat ini adalah topeng.

D'topeng tidak hanya berisi topeng, tetapi juga berisi pameran benda-benda berupa barang tradisional dan barang antik.

Barang-barang tradisional yang mengisi etalase-etalase museum ini adalah senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik-batik motif lama, dan hiasan rumah kuno.

Topeng-topeng tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan bahan dasarnya, yaitu yang berbahan dasar kayu dan batu.

Benda terakhir yang mengisi museum ini adalah barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa disebut barang antik.

Berdasarkan bahan dasarnya, barang-barang tersebut juga dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu berbahan dasar kayu seperti hiasan rumah berupa kepala kerbau asal Toraja, berbahan dasar batu seperti alat penusuk jeruk asal Batak, berbahan dasar logam seperti pisau sunat dan perhiasan logam asal Sumba, dan yang berbahan dasar kain seperti batik berbagai motif asal Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Barang antik berbahan dasar keramik di museum ini adalah guci-guci tua peninggalan salah satu dinasti di Tiongkok dan bantal yang digunakan untuk bangsawan Dinasti Yuan (Tiongkok) yang sudah meninggal.

Barang-barang tersebut dapat pula digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu keramik dan logam.

Barang antik yang berbahan dasar logam adalah jinggaran coin (Kerajaan Gowa), mata uang Kerajaan Majapahit, koin VOC, dan kursi antik asal Jawa Tengah.

D'topeng berfungsi pula sebagai museum, yaitu sebagai konservasi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan ilegal.



Tugas 6
Halaman 40

Taman Nasional Baluran 
    
    Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan spesifik kering di Pulau Jawa. Hutan di taman ini terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Taman Nasional Baluran memiliki berbagai macam flora dan fauna serta ekosistem. 

    Tumbuhan di taman nasional ini sebanyak 444 jenis. Di antara jenis tumbuhan di sini terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.

    Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida). 

    Di taman ini juga terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus). Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas Taman Nasional Baluran. 

    Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung di antaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus). 

    Taman nasional memiliki beragam manfaat berupa produk jasa lingkungan, seperti udara bersih dan pemandangan alam. Kedua manfaat tersebut berada pada suatu ruang dan waktu yang sama. Diperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur pengalokasian sumber daya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. 

Sumber: http://www.mikirbae.com


1. Temukan 2 contoh kalimat simpleks dalam teks di atas!

    Jawab:
• Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan spesifik kering di Pulau Jawa.

Tumbuhan di taman nasional ini sebanyak 444 jenis.

2. Temukan 2 kalimat majemuk setara!

    Jawab:
Taman Nasional Baluran memiliki berbagai macam flora dan fauna serta ekosistem.

• Kedua manfaat tersebut berada pada suatu ruang dan waktu yang sama.

3. Temukan 2 kalimat majemuk bertingkat!

    Jawab:
 Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.

• Diperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur pengalokasian sumber daya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.


Kegiatan 2: Membenahi Kesalahan Bahasa Teks Laporan Hasil Observasi

Tugas 
Halaman 43

Sampah 

    Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dapat bersumber dari alam, manusia, konsumsi, nuklir, industri, dan pertambangan. Sampah dibumi ini akan terus bertambah selama masih ada kegiatan yang dilakukan oleh manusia maupun alam. Berdasarkan sifat dan bentuknya, sampah dibagi menjadi dua yaitu sampah Organik dan sampah Anorganik. 

    Sampah Organik adalah sampah yang dapat diuraikan dan biasanya mudah membusuk. Contoh sampah organik adalah sisa makanan, sayuran, dan daun-daunan. Sampah ini dapat di olah menjadi kompos. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah diuraikan atau undegradable. Contoh sampah Anorganik adalah plastik, kayu, kaca, dan kaleng. 

    Dewasa ini sampah semakin bertambah terutama di Kota-Kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Perlu disadari bahwa pelestarian lingkungan hidup bukanlah tanggung jawab Pemerintah saja, tetapi tanggung jawab kita semua. 


1. Analisislah kebenaran kalimat definisinya. Apabila masih salah, benahilah sehingga menjadi benar 
    Jawab:
    Pada teks 'Sampah' terdapat 3 kalimat definisi. Cara menguji kalimat definisi adalah dengan rumus X = Y.
X adalah objek yang dideskripsikan.
= adalah verba definitif.
Y adalah definisi yang mendeskripsikan objek.

Kalimat definisi 1 
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. 
Sudah TEPAT

Kalimat definisi 2
Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan dan biasanya mudah membusuk.
Sudah TEPAT

Kalimat definisi 3
Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah diuraikan atau undegradable. Kurang TEPAT

Alasannya:
Meski berdasarkan rumus sudah tepat, tetapi kalimat definisi 3 ini berkaitan dengan kalimat definisi ke-2. Sehingga kalimat definisi yang tepat adalah

Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah diuraikan atau undegradable dan tidak mudah membusuk.


2. Benahilah penggunaan huruf kapital yang masih salah sehingga sesuai dengan Pedoman Ejaan.

    Jawab:
    Berikut pembenahan penggunaan huruf kapital dalam teks laporan observasi Sampah antara lain:

a). Pembenahan Paragraf 1
Pada paragraf satu, terdapat 3 kesalahan penggunaan huruf kapital dan tidak sesuai ejaannya, antara lain:
1. Pada kata Organik seharusnya organik, huruf o pada kata organik menggunakan huruf kecil.

2. Pada kata Anorganik seharusnya anorganik, huruf a pada kata anorganik menggunakan huruf kecil.

3. Pada kata dibumi menegaskan kata di dengan bumi tersebut harus dipisah karena kata di menunjukkan tempat buka kata awalan dari sebuah kata dasar.

b). Pembenaran Paragraf 2
Pada paragraf dua, terdapat 3 kesalahan penggunaan huruf kapital dan tidak sesuai ejaannya, antara lain:
1. Terdapat kata asing undegradable seharusnya pada penulisannya kata tersebut dicetak miring

2. Pada kata di olah menegaskan kata di dengan olah tersebut harus digabungkan jangan diberi spasi, karena kata di yang dimaksud menunjukkan kata awalan dari sebuah kata dasar.

3. Pada kata Organik seharusnya organik, huruf o pada kata organik menggunakan huruf kecil.

c). Pembenahan Paragraf 3
Pada paragraf dua, terdapat 2 kesalahan penggunaan huruf kapital dan tidak sesuai ejaannya, antara lain:
1. Pada kata di Kota-Kota seharusnya ditulis dengan huruf kecil semua yaitu di kota-kota, karena di kota-kota yang dimaksud bukan nama kota atau menunjukkan letak geografis.

2. Pada kata tanggung jawab Pemerintah seharusnya penulisan kata p dengan huruf kecil karena tidak diikuti dengan nama kantor perusahaan atau instansi lainnya.


***
D. Mengonstruksi Teks Laporan

Kegiatan 1: Melengkapi Gagasan Pokok dengan Gagasan Penjelas

Tugas 
Halaman 46

No.

Gagasan Utama

Gagasan Penjelas

1.

Merpati dan dara adalah burung yang berbadan gempal dengan leher pendek, paruh ramping pendek, dan cere berair.

Merpati dan dara pada umumnya membentuk sarangnya dari ranting-ranting yang di tempatkan di pepohonan.

Merpati dan dara mengerami satu atau dua telurnya dan selalu menjaga anak-anaknya dengan ketat sebelum mereka dapat mencari makan sendiri.

Anak dari merpati dan dara akan meninggalkan sarangnya jika telah berusia 7-28 hari.

Merpati dan dara adalah burung pemakan biji-bijian.

2.

Merpati dan dara memiliki spesies yang menerima.

Dalam praktik ornitologi, terdapat suatu kecenderungan “dara” digunakan untuk spesies yang lebih kecil dan “merpati” untuk yang lebih besar.

Burung merpati digolongkan menjadi dua jenis yakni merpati lokal dan merpati impor.

Merpati lokal adalah merpati yang sering disebut dengan “merpati balap”, sedangkan merpati impor sering disebut dengan “merpati hias.

Merpati balap hanya akan kita temukan di Indonesia saja.

3.

Berbagai spesies merpati dan dara dimanfaatkan sebagai burung hias.  

Beberapa jenis burung merpati memiliki bentuk tubuh yang unik serta warna tubuh yang indah sehingga sering kali digunakan sebagai burung hias.

Warna yang cantik dan bentuk tubuh yang unik menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi burung merpati dan dara ini.

Jenis dari burung merpati hias ini meliputi homer, tumbler, cumulet dan flight.

Merpati hias ini memiliki banyak sekali peminat dan memiliki harga yang lumayan mahal.



Kegiatan 2: Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

Halaman 47

Buatlah sebuah teks laporan hasil observasi secara individu!
Ikutilah langkah-langkah berikut.
1. Tentukan objek yang akan kamu amati! 
2. Susunlah jadwal observasi yang akan kamu lakukan!
3. Lakukanlah observasi terhadap objek tersebut dengan menyiapkan pertanyaan atau poin-poin pengamatan terlebih dahulu!
4. Catatlah hasil observasi kamu! Bila memungkinkan, ambil foto dan videokan observasimu. 
5. Susunlah teks laporan hasil observasimu dengan memperhatikan ketepatan isi, struktur, dan kaidah kebahasaannya. 
6. Presentasikan teks laporan hasil observasi di hadapan teman-temanmu. 
7. Berilah tanggapan (kritik dan saran) terhadap teks laporan hasil observasi yang disajikan temanmu. 
8. Publikasikan teks laporan hasil observasimu di majalah dinding, majalah sekolah, blog, atau di media cetak.

Jawab:

BIOTA LAUT

    Biota laut adalah seluruh makhluk hidup yang berkembang biak di laut. Biota laut yang ada di perairan Indonesia merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang sangat berlimpah. Yang termasuk biota laut di antaranya adalah terumbu karang, ikan, dan tumbuh-tumbuhan laut yang menjadi bagian dari ekosistem laut.

    Terumbu karang di Taman Nasional Bunaken sangat banyak jenisnya. Terumbu karang ini hidup di pantai atau daerah yang terkena cahaya matahari dan hidup di perairan yang berada kurang lebih lima puluh meter di bawah permukaan laut dengan suhu tertentu, serta hidup di air jernih yang tidak terkena polusi.

    Di samping terumbu karang, Taman Laut Bunaken juga dihuni beragam jenis ikan, seperti ikan kuda gusumi, oci putih, lolosi ekor kuning, dan goropa. Ada pula, ikan lainnya yang sudah dijadikan industri, di antaranya ikan tuna, tongkol, tenggiri, kerapu, dan baronang.

    Di samping terumbu karang dan ikan, laut Indonesia juga memiliki tumbuhan laut. Di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, misalnya, dibudidayakan rumput laut dan penanaman bakau. Tumbuhan bakau adalah tumbuhan dari marga Rhizophora. Rumput laut di sini sangat bervariasi, ada yang bulat seperti tabung, pipih, dan gepeng, juga ada yang bulat seperti kantong, atau terurai seperti rambut. Semua dapat hidup karena perawatannya dipantau secara berkala untuk melihat perkembangannya.

    Ketiga biota laut tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Ikan dan rumput laut bermanfaat bagi kesehatan karena banyak mengandung gizi. Terumbu karang itu juga berguna bagi ekologi dan ekonomi. Di samping itu, biota laut Indonesia juga bermanfaat bagi perkembangan pariwisata, seperti Raja Ampat di Papua, Pulau Wangi-Wangi di Sulawesi Tenggara, dan Bunaken di Manado. Keragaman biota laut ini juga bermanfaat bagi lingkungan, terutama bakau yang telah menahan abrasi dari besarnya hantaman gelombang dan ombak laut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Editorial Surat Izin

Mengembangkan Pendapat Dalam Eksposisi

Bab I: Menginterpretasi Laporan Hasil Obsevasi