Nama : Siti Ramayanti
Kelas : X MIPA 4
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
****
A. Mengkritisi Teks Anekdot dari Aspek Makna Tersirat
Kegiatan 1: Mendata Pokok-pokok Isi Anekdot
Halaman 81
Contoh 1
Dosen yang juga Menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.
Tono : “Saya heran dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.”
Udin : “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.”
Tono : “Ya, Udin tahu sebabnya.”
Udin : “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.”
Tono : “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.”
Udin : “Loh, apa hubungannya.”
Tono : “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.”
Udin : “???”
Sumber: http://radiosuaradogiyafm.blogspot.co.id dengan penyesuaian
Contoh 2
Cara Keledai Membaca Buku
Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Namun, Timur Lenk memberi syarat, agar Nasrudin mengajari terlebih dahulu keledai itu agar dapat membaca. Timur Lenk memberi waktu dua minggu sejak sekarang kepada Nasrudin.
Nasrudin menerima syarat itu dan berlalu. Sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika ia dapat mengajari keledai itu untuk membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak maka hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya.
Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktikkan apa yang telah ia ajarkan kepada keledai. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut, dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu. Kemudian, sangat ajaib! Tak lama kemudian si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si Keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya.
“Demikianlah, keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya,” kata Nasrudin. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan ia mulai menginterogasi. Ia kagum dan memberi hadiah kepada Nasrudin. Namun, ia minta jawaban, “Bagaimana cara mengajari keledai membaca?”
Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku. Aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu. Kalau tidak ditemukan biji gandumnya, ia harus membalik halaman berikutnya. Itulah yang ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik-balik halaman buku itu.”
“Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?” tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya.” Jadi, kalau kita juga membuka buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan? kata Nashrudin dengan mimik serius.
Sumber: http://blogger-apik1.blogspot.co.id (dengan penyesuaian)
1. Siapa yang diceritakan dalam anekdot tersebut?
Jawab:
•Pada teks anekdot 'Dosen yang juga Menjadi Penjabat' menceritakan dosen ilmu politik.
•Pada teks anekdot 'Cara Keledai Membaca Buku' menceritakan seekor keledai Nasrudin yang dihadiahkan oleh Raja Timur Lenk.
2. Masalah apa yang diceritakan dalam anekdot?
Jawab:
•Masalah pada teks anekdot 1 adalah tentang dosen yang merangkap jadi pejabat.
•Masalah pada teks anekdot 2 adalah tentang cara seekor keledai dalam membaca buku.
3. Temukan unsur humor dalam anekdot tersebut!
Jawab:
•Teks anekdot 1
Unsur humor : terdapat pada kalimat percakapan "Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain."
Karena Tono bertanya kenapa dosen ilmu politiknya yang tidak pernah berdiri saat mengajar, Udin berusaha menjawab namun salah. Tono kemudian membalas dengan mengaitkan hubungan dosen tersebut yang saat ini menjadi pejabat. Dosen tersebut tidak mau berdiri karena takut kursinya diduduki orang lain.
•Teks anekdot 2
Unsur humor : terdapat pada kalimat "Namun, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya?" tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya". Jadi, kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?" kata Nasrudin dengan mimik serius.
4. Menurut pendapatmu, selain menceritakan hal yang lucu, adakah pesan tersirat yang hendak disampaikan pencerita dalam anekdot tersebut?
Jawab:
•Pesan tersirat pada teks anekdot 1 adalah orang yang memiliki jabatan akan merasa tidak mau dan tidak rela bila kehilangan jabatannya.
•Pesan tersirat pada teks anekdot 2 adalah terkadang orang hanya membaca buku saja tanpa mengerti, memahami dan mengamalkan apa isi dari buku yang dibacanya. Apabila hanya membaca saja tanpa mengerti isinya, berarti kita sama bodohnya dengan keledai.
5. Mengapa cerita lucu tersebut disebut anekdot?
Jawab:
Karena dalam kedua cerita tersebut, selain mengandung humor, ada juga sindiran atau kritikan yang disampaikan.
Tugas
Halaman 83
Judul | Cara Keledai Membaca Buku |
Masalah yang dibahas | Kebiasaan keledai dalam membaca buku.
|
Unsur humor | Seekor keledai membaca buku dengan cara menjilat-jilat lembaran buku.
|
Makna tersirat yang disampaikan | Bila kita membaca buku tanpa memahami isinya, kita sama bodohnya dengan seekor keledai.
|
1. Jelaskan batasan anekdot dengan singkat dan jelas! Jawab:
Menentukan batasan suatu teks atau cerita dikatakan sebagai anekdot adalah sebagai cerita singkat yang berisi sindiran kepada seseorang ataupun sesuatu baik itu lembaga atau organisasi, bisa juga kegiatan atau kebijakan tertentu yang memiliki makna serta disertai humor atau lelucon tertentu.
Teks atau cerita tidak dikatakan anekdot jika tidak disertai dengan makna dan sekadar untuk hiburan melainkan disebut cerita humor.
2. Sebutkan isi pokok anekdot! Jawab:
Isi pokok anekdot adalah sindiran atau kritik yang diungkapkan dalam cerita singkat ataupun cerita pendek. Sindiran atau kritikan ini ditujukan kepada orang atau tokoh terkenal ataupun kebijakan dan suatu masalah. Sindiran atau kritikan ini disampaikan dengan halus melalui humor atau lelucon, biasanya tidak bersifat langsung atau implisit.
Isi pokok anekdot terdiri dari:
- Masalah yang dibahas.
- Kritik atau sindiran yang disampaikan.
- Unsur humor atau lelucon.
- Makna yang tersirat.
3. Jelaskan fungsi anekdot. Apabila perlu, sertai dengan contoh.
Jawab:
Fungsi dari anekdot adalah sebuah hiburan atau intermezo yang dilengkapi dengan sebuah sindiran terhadap suatu hal.
Fungsi anekdot terbagi menjadi 2 macam, yaitu:
1) Fungsi utama atau fungsi primer adalah fungsi anekdot sebagai sarana ekspresi yang berhubungan dengan ketidakpuasan, kejengkelan, kemarahan dan sebagainya.
2) Fungsi tambahan atau fungsi sekunder adalah fungsi anekdot sebagai bahan hiburan, sebagai analogi atau sebagai contoh dalam menjelaskan sesuatu sebagai penarik perhatian masyarakat luas dan pembaca.
Kegiatan 2: Mengidentifikasi Penyebab Kelucuan Anekdot
Tugas
Halaman 84
Sekarang, diskusikanlah penyebab kelucuan anekdot Cara Keledai Membaca Buku.
Jawab:
Cerita tersebut menjadi lucu karena alasan kelucuan Nasrudin, yaitu pada saat Nasrudin menjelaskan caranya mengajarkan keledai membaca serta penjelasannya tentang cara keledai membaca, terutama pada kalimat, “Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya”.
B. Mengonstruksi Makna Tersirat dalam Sebuah Teks Anekdot
Kegiatan 1: Membandingkan Anekdot dengan Humor
Tugas 1
Halaman 87
Sekarang, cobalah membaca cerita-cerita lucu berikut ini. Kemudian kenalilah mana yang merupakan anekdot dan mana yang merupakan cerita lucu (humor)?
Cerita 1
Mau Gaji Besar?
Cerita 2
Profesi Anak-anak Penjual Kue
Sumber: https-//upload.wikimedia.org
Bapak Presiden bertanya pada ibu tua penjual kue.
Bapak Presiden : “Sudah berapa lama jualan kue?”
Ibu Tua : “Sudah hampir 30 tahun.”
Bapak Presiden : “Terus anak ibu mana, kenapa tidak ada yang bantu?”
Ibu Tua : “Anak saya ada 4. Yang ke-1 di KPK, ke-2 di POLDA, ke-3 di Kejaksaan,
dan yang ke-4 di DPR. Jadi mereka sibuk sekali, Pak.”
Bapak Presiden kemudian menggeleng-gelengkan kepala karena kagum.
Lalu berbicara ke semua hadirin yang menyertai beliau.
Bapak Presiden : ”Meskipun hanya jualan kue, ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses
dan jujur tidak korupsi, karena kalau mereka korupsi, pasti kehidupan
Ibu ini sudah sejahtera dan tinggal di rumah mewah.”
Bapak Presiden : “Apa jabatan anak di POLDA, KPK, Kejaksaan dan DPR?”
Ibu Tua : “Sama ... jualan kue juga.”
Sumber: http://radiosuaradogiyafm.blogspot.co.id
Cerita 3
Nangka Impor
Seorang teman diplomat yang baru ditempatkan di Belanda bercerita. Saya pernah
makan siang di sebuah restoran Indonesia sederhana di Amsterdam. Saya kaget
ternyata salah satu menunya ada masakan gudeg Yogya.
Saya penasaran. Maka langsung saya pesan satu porsi. Setelah saya cicipi,
percaya atau tidak, ternyata rasanya lebih enak daripada gudeg di Yogya yang asli!
Karena penasaran, maka saya bertanya:
“Mas, apa rahasianya kok gudeg di sini rasanya lebih enak dibandingkan dengan
di tempat aslinya?”
“Oh, itu karena nangkanya, Mas. Di Yogya kan pakai nangka lokal. Nah kalau kami di sini memakai nangka impor,” jawabnya.
“Emang nangkanya impor dari mana?”
“Dari Yogya, Mas...”
Cerita 4
Sebuah mobil ambulans yang mengangkut beberapa orang pasien sakit jiwa terpaksa berhenti di tengah jalan karena bannya bocor. Ketika sedang mengganti ban, si Sopir tak sengaja menendang ke empat bautnya hingga masuk selokan. Dengan panik si Sopir berteriak, “Waduuuh, gimana gue bisa pasang ban kalau bautnya hilang?”
Mendengar teriakan itu, salah seorang pasien gila nyeletuk, “Bang copotin aja tuh satu baut dari masing-masing tiga roda lainnya. Terus pasang ke bannya. Jadi, masing-masing ban dapat tiga baut. Ntar kalau ada toko baut, tinggal beli empat baut.”
Mendengar usul pasien gila tersebut, si Sopir langsung lega. “Pinter juga Lo tapi ... kenapa Lo masuk rumah sakit jiwa sih?”
Pasien itu menjawab, “Helooooo ... plis dech, kita ini Cuma gila. Bukan bego kayak Lo.”
Jawaban:
Cerita 1 termasuk anekdot
Cerita 2 termasuk anekdot
Cerita 3 termasuk humor
Cerita 4 termasuk anekdot
Tugas 2
Halaman 89
Perbedaan antara humor dan anekdot
Aspek | Anekdot | Humor |
Ide cerita | Ide cerita anekdot berasal dari cerita atau kisah dari orang-orang penting atau tokoh terkenal berdasarkan kejadian nyata atau realita.
| Ide cerita humor berasal dari rekaan atau bukan kejadian nyata, hanya khayalan dari penulis. |
Isi | Anekdot isinya bersifat menyindir (mengenai orang penting atau pun lembaga dan organisasi) atau kritik halus yang tidak secara langsung menyinggung pembaca, pendengar, atau orang yang diceritakan dalam teks.
| Humor berisi masalah dalam kehidupan sehari-hari yang umum terjadi. |
Fungsi komunikasi | Untuk menyampaikan kritik dan sindiran secara halus.
| Untuk menghibur semata. |
Persamaan anekdot dengan humor adalah sebagai berikut.Keduanya sama-sama mengandung humor (unsur kelucuan). Meskipun ide cerita dalam anekdot diangkat dari kejadian nyata, tetapi cerita yang disajikan sama dengan anekdot yakni sama-sama rekaan. Cerita rekaan dalam anekdot disajikan dengan berbagai cara misalnya dengan mengganti nama tokoh, waktu, dan tempat peristiwa terjadi.
Kegiatan 2: Menganalisis Kritik yang Disampaikan dalam Anekdot
Tugas 1
Halaman 91
Judul anekdot: Mau Gaji Besar?
Kata, frasa, klausa, atau kalimat | Makna idiomatis |
| Jawaban dari pertanyaan penawaran hadiah, “Wah, mau banget!” | Seseorang yang ingin mendapatkan uang secara instan. |
| Kalimat “kerja pak!” | Menyuruh seseorang untuk berusaha dahulu. |
Kegiatan 3: Menyimpulkan Makna Tersirat dalam Anekdot
Tugas 1
Halaman 92
Judul Anekdot | Kritikan/ Sindiran | Makna Tersirat |
Mau Gaji Besar? | Sindiran pada orang yang hanya ingin mendapatkan gaji besar, kekayaan dan jabatan secara instan, tetapi mau berusaha terlebih dahulu.
| Kalau mau kaya orang harus mau bekerja. |
Dosen yang juga Menjadi Pejabat | Kritikan pada para pejabat yang takut kehilangan jabatannya atau tidak mau diganti oleh pejabat baru | Menyadarkan para pejabat agar jika masa jabatannya habis mereka bersedia untuk turun dari jabatannya dan siap digantikan oleh yang lain.
|
Cara Keledai Membaca Buku | Kritikan agar membaca buku tidak hanya dibolak-balik halamannya saja
| Menyadarkan para pembaca agar memahami isi buku yang dibaca |
Sopir Ambulan dan Orang Gila | Kritikan agar berpikir tenang ketika menghadapi suatu permasalahan | Menyadarkan para pembaca untuk bersikap tenang dalam menghadapi suatu permasalahan
|
Komentar
Posting Komentar