Bahaya Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
Nama : Siti Ramayanti
Kelas : XII MIPA 4
Mata Pelajaran : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
***
Bahaya Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
Artikel 1
Pergaulan Bebas: Ciri-ciri, Dampak & Cara Buat Menghindarinya
Pergaulan bebas adalah perilaku menyimpang yang tak sesuai norma dan ajaran agama. Contoh pergaulan bebas adalah memakai narkoba, minum minuman alkohol, hingga seks bebas. Pergaulan bebas jika dibiarkan bisa berbahaya, jadi pahami ciri-ciri, dampak, hingga cara menghindari pergaulan bebas.
Pergaulan bebas bisa mempengaruhi kepribadian seseorang yang mengarah pada hal negatif dalam mode, tren, dan perilaku. Oleh karena itu, pergaulan bebas harus dihindari karena dapat membahayakan kesehatan, keselamatan, dan masa depan seseorang.
Pengertian Pergaulan Bebas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pergaulan diartikan sebagai aktivitas menjalin pertemanan dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara, kata bebas berarti lepas atau tidak terikat. Secara bahasa, pergaulan bebas bisa disebut sebagai pertemanan dalam kehidupan bermasyarakat yang bersifat lepas atau tidak terikat.
Sementara, Kemendikbud dan Modul SMP Terbuka PJOK Kelas VIII terbitan Direktorat SMP tahun 2021 mengartikan pergaulan bebas sebagai salah satu bentuk perilaku interaksi seseorang dengan individu atau kelompok yang menyimpang melewati batas kewajiban, tuntutan, aturan, syarat, dan perasaan malu.
Pergaulan bebas juga diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama maupun norma kesusilaan. Pasalnya, dalam pergaulan ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan, baik berdasarkan jenis kelamin, budaya, suku, agama, dan lainnya.
Ciri-ciri Pergaulan Bebas
Setelah paham apa itu pergaulan bebas, Anda perlu tahu apa saja ciri-ciri pergaulan bebas. Pergaulan bebas dapat diketahui dengan beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
- Menghamburkan uang untuk kesenangan semata menuruti kepuasan nafsu
- Kurang bertanggung jawab apabila diberikan tugas
- Tidak bijaksana dalam memanfaatkan waktu, main game, begadang
- Suka ikut pesta hura-hura yang tidak bermanfaat
- Berperilaku tidak baik dalam lingkungan masyarakat dan merugikan masyarakat
- Melakukan seks bebas
- Masih remaja sudah merokok dan minum-minuman beralkohol
- Mudah emosional, gelisah, tidak sabar, tidak mau mengalah, ingin menunjukkan eksistensi dan kebanggaan diri
- Tidak mengindahkan nasehat orang tua
- Dalam berpakaian tidak pantas dan terlalu seronok
- Mengalami tekanan emosi dan mental
- Mendapatkan uang atau hal yang diinginkan dengan cara mencuri.
Faktor Penyebab Pergaulan Bebas
Sebagai tindakan yang menyimpang dan melanggar norma serta ajaran agama, pergaulan bebas bisa muncul karena beberapa faktor. Berikut faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas:
1. Rendahnya Tingkat Pendidikan Keluarga
2. Keluarga Broken Home
3. Ekonomi Keluarga
4. Kurang Wawasan Agama
5. Penyalahgunaan Internet
Dampak Pergaulan Bebas
Sebagai tindakan menyimpang dan melanggar norma serta ajaran agama, pergaulan bebas punya banyak dampak buruk. Berikut dampak pergaulan bebas:
1. Seks Bebas
2. Ketergantungan Obat-obatan Terlarang
3. Kriminalitas
4. Hubungan Tidak Baik dengan Keluarga
5. Prestasi Menurun
Cara Menghindari Pergaulan Bebas
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari pergaulan bebas. Ini bisa dilakukan dari dalam diri Anda atau dengan bantuan lingkungan, seperti keluarga hingga penegak hukum. Berikut cara menghindari pergaulan bebas:
1. Menegakkan Aturan Hukum
2. Sosialisasi di Sekolah
3. Memperbaiki Cara Pandang
4. Menjaga Keseimbangan Pola Hidup
5. Banyak Membaca Buku
Sumber:
Artikel 2
Bahaya Pergaulan Bebas, Ketahui Dampak dan Cara Mencegahnya
Bahaya pergaulan bebas merupakan salah satu tujuan dilakukannya pendidikan seksual dini. Meski masih sering dianggap tabu, pendidikan seks pada anak sangat berguna untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual, bahkan kehamilan yang tidak direncanakan.
Pergaulan bebas dapat diartikan sebagai perilaku bergonta-ganti pasangan seksual tanpa didasari ikatan pernikahan. Pergaulan bebas, termasuk di kalangan remaja, terjadi karena kemajuan teknologi yang dengan mudah memberikan informasi seputar seks.
Penyebab dan Dampak Pergaulan Bebas pada Remaja
Remaja memiliki risiko yang tinggi untuk terjerat pergaulan bebas. Hal ini karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar terhadap hal-hal baru, termasuk hubungan seksual.
Tanpa adanya edukasi yang cukup dari orang tua, rasa ingin tahu ini dapat membuat remaja mencoba untuk mencari tahu sendiri hal-hal tersebut. Dampaknya, peluang remaja untuk terjerumus ke dalam pergaulan bebas pun makin besar.
Dampak dan bahaya pergaulan bebas tidak bisa disepelekan. Ada berbagai bahaya yang mengintai remaja jika mereka terjerumus ke dalam pergaulan bebas, antara lain:
Tertular infeksi menular seksual
Remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas lebih rentan untuk tertular penyakit menular seksual. Apalagi jika kerap bergonta-ganti pasangan. Makin sering seseorang bergonta-ganti pasangan, makin besar risikonya untuk terkena infeksi menular seksual, seperti HIV/AIDS dan sifilis.
Selain kebiasan bergonta-ganti pasangan, hubungan sesama jenis, penggunaan jarum suntik bergantian, berhubungan seksual dengan pekerja prostitusi, dan kesalahan dalam pemakaian kondom juga dapat meningkatkan risiko penyebaran infeksi menular seksual.
Terkena penyakit kanker
Bahaya pergaulan bebas berikutnya yang mungkin terjadi adalah terkena penyakit kanker. Wanita yang sering bergonta-ganti pasangan lebih berisiko mengalami kanker serviks.
Orang yang sering melakukan seks oral juga berisiko untuk terkena kanker mulut dan kanker tenggorokan. Semntara itu, orang yang sering melakukan seks anal memiliki risiko lebih besar untuk terkena kanker anus.
Kehamilan yang tidak diinginkan
Pergaulan bebas juga akan meningkatkan risiko kehamilan remaja yang tidak diinginkan, yang berujung pada aborsi maupun pernikahan di usia muda. Kehamilan saat remaja membutuhkan perhatian yang khusus karena dapat memicu beragam komplikasi kehamilan.
Selain itu, bahaya pergaulan bebas juga berdampak pada psikologis dan masa depan anak yang dilahirkan. Demi masa depan remaja dan calon anak, perlu dilakukan upaya pencegahan yang tepat.
Cara Mencegah Pergaulan Bebas
Untuk mencegah anak terjerumus pergaulan bebas, orang tua harus mulai memberikan pendidikan seksual sejak dini kepada anak. Berikut adalah beberapa cara yang dapat orang tua lakukan untuk mencegah anak terjerumus pergaulan bebas:
1. Mulai topik pembicaraan mengenai seks
Saat menonton TV atau melihat video dengan adegan berbau seksual, orang tua bisa membuka pembicaraan mengenai pendidikan seks. Orang tua perlu bersikap terbuka saat mendengar dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anak.
Apabila ada kendala dalam menjawab rasa ingin tahu anak, orang tua bisa mencari informasi dari sumber yang terpercaya, misalnya dari dokter atau platform kesehatan terpercaya. Pembahasan dari jawaban yang belum terselesaikan ini kemudian dapat dilanjutkan di kesempatan lain.
2. Berikan pemahaman mengenai bahaya pergaulan bebas
Berikan pemahaman kepada remaja mengenai bahaya pergaulan bebas yang dapat mengakibatkan kehamilan di luar nikah dan infeksi menular seksual. Diskusikan hal ini dengan bijak dan hindari kesan menakut-nakuti.
Saat orang tua mengungkapkan nilai-nilai yang jelas tentang bahaya pergaulan bebas, anak pun cenderung akan mengikuti nilai-nilai yang ditanamkan tersebut.
3. Dukung remaja melakukan kegiatan positif
Untuk mencegah bahaya pergaulan bebas pada remaja, cobalah untuk mengalihkan perhatian remaja dengan berbagai kegiatan dan hobi yang positif. Dengan mendukung anak dalam melakukan kegiatan positif yang disenanginya, akan mengurangi kemungkinan remaja untuk terjerumus ke dalam pergaulan bebas.
4. Terapkan jam malam
Menerapkan jam malam pada anak juga bisa orang tua lakukan untuk mencegah bahaya pergaulan bebas. Caranya adalah dengan melarang remaja agar tidak pulang larut malam. Berikan pengertian bahwa penerapan peraturan jam malam ini adalah untuk kebaikannya.
Berikan juga batasan yang jelas bagi anak dalam berinteraksi dengan lawan jenisnya. Selalu pantau aktivitas yang dilakukan anak tanpa terkesan mengekang atau mencampuri kegiatan maupun pergaulannya.
5. Gunakan media sosial dengan bijak
Pendidikan seksual pada anak masih jadi hal yang dianggap tabu bagi sebagian besar orang. Padahal, seks dapat dengan mudah diakses oleh anak melalui media sosial, televisi, atau media lainnya.
Jika remaja tidak menggunakan teknologi yang ada dengan bijak, hal ini dapat berakibat fatal dan membuat mereka terjerumus ke dalam bahaya pergaulan bebas. Oleh karena itu, orang tua bisa memberikan jadwal pada remaja untuk mengakses hiburan dengan pengawasan.
Orang tua dapat memastikan anak mengakses informasi sesuai usianya, serta memberi tahu tentang bahaya sexting dan informasi terkait bahaya pornografi.
Bahaya pergaulan bebas pada remaja tidak dapat dianggap sepele. Untuk mencegahnya, orang tua perlu mendampingi anak remaja dan memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya upaya menghargai diri sendiri.
Selain itu, orang tua juga bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan saran cara memberikan pendidikan seks yang tepat dan sesuai dengan usia remaja. Dengan begitu, upaya menjauhkan remaja dari bahaya pergaulan bebas pun yang tepat pun dapat Anda lakukan.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar