Makalah
Nama : Siti Ramayanti
Kelas : XII MIPA 4
Mata Pelajaran : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
***
Judul Makalah:
Bagaimana Lingkungan Memengaruhi Kemunculan Perilaku Perundungan pada Anak?
Latar Belakang:
Perundungan merupakan bagian dari tindakan agresi dilakukan seseorang atau kelompok yang kuat berulangkali pada figur yang dianggap lemah secara fisik atau psikis (Salmivalli, 2010). Perundungan dapat mengakibatkan seseorang dalam keadaan tidak nyaman atau terluka karena adanya ketidakseimbangan kekuasaan antara korban dan pelaku. Terdapat banyak faktor yang mendasari terjadinya perilaku perundungan pada anak, dan salah satu faktor tersebut berasal dari keluarga. Keluarga menjadi salah satu aspek penting dalam proses tumbuh dan kembang anak, karena keluarga merupakan sosialitator utama yang memberi dampak signifikan lewat pengasuhan, kasih sayang, dan berbagai peluang yang diberikannya (Berns, 2010). Dampak dari sistem sosial dalam keluarga yang tidak berfungsi seperti adanya kedisharmonisan antara relasi anak dengan orang tua menyebabkan remaja rawan terlibat dalam berbagai perilaku menyimpang. (Rochaniningsih, 2014)
Olweus (2013) menyoroti bahwa pola pengasuhan otoriter atau kurangnya perhatian dari orang tua dapat meningkatkan risiko anak terlibat dalam tindakan perundungan. Selain itu, penelitian longitudinal oleh Smith (2018) menemukan bahwa ketidakharmonisan dalam lingkungan keluarga dapat menjadi prediktor kuat terhadap perilaku perundungan pada masa remaja. Meskipun literatur ilmiah memberikan wawasan yang signifikan tentang hubungan antara lingkungan keluarga dan tindakan perundungan, masih ada ruang untuk penyelidikan lebih lanjut untuk memahami dinamika yang lebih kompleks dan kontekstual. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi dengan lebih mendalam pengaruh lingkungan keluarga terhadap tindakan perundungan, menggali faktor-faktor spesifik yang mungkin memengaruhi, serta menyajikan kontribusi konstruktif terhadap pengembangan strategi pencegahan dan intervensi.
Tujuan:
Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai pengaruh lingkungan keluarga terhadap tindakan perilaku perundungan yang meliputi:
1. Perilaku Perundungan (Riauskina, 2005)
2. Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Perundungan (Connolly & O’Moore, 2003) dan (Holt, Kantor, & Finkelhor, 2009)
3. Dampak Perilaku Perundungan Khasanah (2013) dan Suryani (2016)
4. Upaya Pencegahan Perilaku Perundungan (Abdullah, G & Ilham, 2023)
Rumusan Masalah:
Makalah ini mencoba untuk mengidentifikasi dan menjawab beberapa pertanyaan pokok terkait pengaruh lingkungan keluarga terhadap tindakan perilaku perundungan pada anak. Rumusan masalah yang menjadi fokus pada makalah ini yaitu: “Bagaimana Lingkungan Keluarga Memengaruhi Kemunculan Perilaku perundungan pada Anak?”.
Manfaat:
Melalui makalah ini, kita mendapatkan manfaat baik secara teoritis dan kontribusi dari makalah "Bagaimana Lingkungan Keluarga Memengaruhi Kemunculan Perilaku Perundungan pada Anak?" sebagai berikut:
1. Secara Teoritis
Dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana lingkungan keluarga memengaruhi kemunculan perilaku tindakan perundungan pada anak.
2. Secara Kontribusi
Dapat membantu dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perilaku perundungan dan dapat memberikan landasan untuk pengembangan strategi pencegahan terhadap perilaku perundungan melalui keluarga.
Kesimpulan:
Berdasarkan analisis terhadap data yang disajikan, dapat disimpulkan bahwa perilaku perundungan adalah fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, khususnya faktor lingkungan keluarga. Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner memberikan kerangka kerja yang berguna untuk memahami bagaimana lingkungan mikrosistem, seperti keluarga, memainkan peran kunci dalam membentuk perilaku sosial anak terkait dengan kekerasan dan intimidasi. Perilaku perundungan sendiri dapat dibagi menjadi lima kategori utama, meliputi kontak fisik dan verbal langsung, perilaku non-verbal langsung dan tidak langsung, serta mengungkapkan seksual. Hal ini menunjukkan kompleksitas dan variasi perilaku yang perlu dipecahkan. Pemahaman mendalam terhadap berbagai bentuk perilaku ini penting untuk merancang strategi pencegahan yang efektif.
Adapun faktor-faktor pada lingkungan keluarga yang menjadikan penyebab timbulnya perilaku perundungan adalah bahwa adanya gaya pengasuhan yang tidak tepat, interaksi buruk dalam keluarga, dan keutuhan hubungan antara orang tua dan anak dapat menjadi pemicu perilaku perundungan. Hal ini menyoroti perlunya perhatian terhadap kualitas interaksi dalam lingkungan keluarga sebagai upaya pencegahan. Dampak perilaku perundungan, baik bagi korban maupun pelaku, sangat serius. Korban perundungan mempunyai dampak psikologis yang meliputi rasa takut, trauma, dan bahkan berpikir untuk bunuh diri. Sementara itu, pelaku perundungan cenderung memiliki kurang empati dan dijauhi oleh teman-teman mereka. Ini menekankan urgensi untuk mengatasi dan mencegah perilaku perundungan guna melindungi kesejahteraan mental dan emosional anak-anak.
Upaya pencegahan yang dilakukan keluarga memainkan peran penting dalam membentuk karakter anak-anak dan mencegah mereka terlibat dalam perilaku perundungan. Penerapan nilai-nilai keagamaan, memberikan contoh yang baik, dan membangun rasa percaya diri anak adalah langkah-langkah yang konstruktif. Selain itu, melibatkan anak dalam pembicaraan positif, menumbuhkan sikap saling menghargai, dan memberikan teguran mendidik saat diperlukan, semuanya merupakan strategi pencegahan yang dapat diterapkan oleh keluarga. Secara keseluruhan, hal ini menyoroti kompleksitas fenomena perundungan dan perlunya keterlibatan lintas sektor, termasuk keluarga, dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak-anak dengan cara yang positif dan aman. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi kejadian perilaku perundungan dan menghasilkan dampak positif pada kesejahteraan mental dan emosional anak-anak.
Daftar Pustaka:
Komentar
Posting Komentar